KAMU MENCARI PERSAMAAN BESARAN,SATUAN DAN DIMENSI DI DALAM LISTRIK?
Disini tempatnya! Yuk baca!
PENGERTIAN LISTRIK & BESARAN – BESARAN LISTRIK

C = \frac{Q}{V}
C adalah kapasitansi yang diukur dalam farad
Q adalah muatan yang diukur dalam coloumb
V adalah voltase yang diukur dalam volt
Pengertian Dimensi dalam Fisika

Disini tempatnya! Yuk baca!
PENGERTIAN LISTRIK & BESARAN –
BESARAN LISTRIK,listrik merupakan suatu muatan yang terdiri dari muatan positif
dan muatan negatif , dimana sebuah benda akan dikatakan memiliki energi listrik
apabila suatu benda itu mempunyai perbedaan jumlah muatan.sedangkan muatan yang
dapat berpindah adalah muatan negatif dari sebuah benda,Berpindahnya muatan
negatif ini disebabkan oleh bermacam gaya atau energi, misal energi
gerak,energi panas dsb.perpindahan muatan negatif inilah yang disebut dengan
energi listrik.karena suatu benda akan senantiasa mempertahankan keadaan netral
atau seimbang antara muatan positif dan muatan negative. Sehingga apabila
jumlah muatan positif lebih besar dari muatan negative, maka benda tersebut
mencari muatan negative untuk mencapai keadaan seimbang.Listrik memiliki
besaran-besaran diantaranya sebagai berikut :
Tegangan Listrik
Tegangan listik yaitu perbedaan
potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan
dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan
listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor
listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik
dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek bermuatan listrik negatif
tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi.
Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari
tegangan tinggi menuju tegangan rendah.
Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan
listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui
suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur
dalam satuan couloumb/detik atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan
sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikroAmpere seperti di
dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere seperti yang
terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan
resistansi terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang
mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltabese dan resistansi sesuai dengan
hukum ohm.
Hambatan Listrik
Hambatan Listrik
Hambatan listrik adalah perbandingan
antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor )
dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai satuan
Ohm. yang dapat dirumuskan dengan
\mathbf R=V/I
R adalah hambatan (Ohm)
V adalah tegangan (Volt)
I adalah arus (ampere)
Gaya Gerak Listrik ( GGL )
V adalah tegangan (Volt)
I adalah arus (ampere)
Gaya Gerak Listrik ( GGL )
Gaya gerak listrik (GGL) adalah
besarnya energi listrik yang berubah menjadi energi bukan listrik atau
sebaliknya, jika satu satuan muatan melalui sumber itu, atau kerja yang
dilakukan sumber arus persatuan muatan. dinyatakan dalam Volt.
Muatan Listrik
Muatan listrik adalah muatan dasar
yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya mengalami gaya pada benda lain yang
berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. Simbol Q sering digunakan untuk
menggambarkan muatan. sistem satuan internasional dari satuan Q adalah coloumb,
yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Q adalah sifat dasar yang dimiliki
oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan
negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika
atomnya kekurangan elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan
bermuatan negatif. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan
elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari
satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan jumlah
elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak
bermuatan).
Kapasitansi
Kapasitans adalah ukuran jumlah
muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik
yang telah ditentukan. Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan muatan
adalah sebuah kapasitor dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di
lempeng/pelat/keping adalah +Q dan –Q, dan V adalah tegangan listrik antar
lempeng/pelat/keping, maka rumus kapasitans adalah:
C = \frac{Q}{V}
C adalah kapasitansi yang diukur dalam farad
Q adalah muatan yang diukur dalam coloumb
V adalah voltase yang diukur dalam volt
Induktansi
Induktansi adalah sifat dari
rangkaian elektronika yang menyebabkan timbulnya potensial listrik secara proporsional
terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini disebut sebagai
induktasi sendiri. Sedang apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian
ditimbulkan oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai induktansi
bersama. Satuan induktansi dalam satuan internasional adalah weber per ampere
atau dikenal pula sebagai henry (H).
Induktansi muncul karena adanya medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik (dijelaskan oleh hukum ampere). Supaya suatu rangkaian elektronika mempunyai nilai induktansi, sebuah komponen bernama induktor digunakan di dalam rangkaian tersebut, induktor umumnya berupa kumparan kabel/tembaga untuk memusatkan medan magnet dan memanfaatkan GGL yang dihasilkannya.
Induktansi muncul karena adanya medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik (dijelaskan oleh hukum ampere). Supaya suatu rangkaian elektronika mempunyai nilai induktansi, sebuah komponen bernama induktor digunakan di dalam rangkaian tersebut, induktor umumnya berupa kumparan kabel/tembaga untuk memusatkan medan magnet dan memanfaatkan GGL yang dihasilkannya.
Kuat Medan Listrik
Medan lisrtik adalah ruang di
sekitar benda bermuatan listrik dimana benda-benda bermuatan listrik lainnya
dalam ruang ini akan merasakan atau mengalami gaya listriArah Medan Listrik.
Kuat medan listrik adalah besaran yang menyatakan gaya coloumb per satuan muatan di suatu titik.
Fluks Magnet
Fluk magnetik adalah ukuran total medan magnetik yang menembus bidang. secara matematis fluk maknetik didefinisikan sebagi perkalian skalar antara induksi magnetik (B) dengan luas bidang yang tegak lurus pada induksi magnetik tersebut.
BESARNYA:
Kuat medan listrik adalah besaran yang menyatakan gaya coloumb per satuan muatan di suatu titik.
Fluks Magnet
Fluk magnetik adalah ukuran total medan magnetik yang menembus bidang. secara matematis fluk maknetik didefinisikan sebagi perkalian skalar antara induksi magnetik (B) dengan luas bidang yang tegak lurus pada induksi magnetik tersebut.
BESARNYA:
f = B A cos q
f = fluks magnetik (weber)
B = induksi magnetik
A = luas bidang yang ditembus garis gayamagnetik
q = sudut antara arah garis normal bidang A dan arah B
B = induksi magnetik
A = luas bidang yang ditembus garis gayamagnetik
q = sudut antara arah garis normal bidang A dan arah B
Berikut besaran listrik, notasi (
simbol ) dan satuan serta hubungan persamaan antara besaran :
Besaran listrik satuan dan alat
ukurnya :
berikut pengertian dan macam-macam
besaran listrik yang sering muncul dalam dunia kelistrikan, Semoga bermanfaat.
Sumber Referensi : http://btlsolo.co.id/pengertian-listrik-besaran-besaran-listrik/
Sumber Referensi : http://btlsolo.co.id/pengertian-listrik-besaran-besaran-listrik/
Besaran dan Satuan Listrik /
Elektronika
Dalam mempelajari ilmu kelistrikan dan Elektronika, salah satu pengetahuan dasar yang penting untuk dikuasai adalah mengetahui besaran-besaran maupun satuan-satuan unit yang terdapat dalam ilmu listrik dan Elektronika ini. Pengetahuan tentang Besaran maupun Satuan Listrik dan Elektronika ini dapat membantu kita dalam merancang, merakit serta menganalisa sebuah rangkaian Listrik/Elektronika. Tanpa pengetahuan dasar ini, kita tidak akan dapat mengetahui secara pasti nilai-nilai komponen listrik/elektronika, nilai-nilai hasil pengukuran tegangan dan arus listrik serta tidak dapat melakukan perhitungan dalam rangkaian seperti menghitung jumlah daya listrik yang dipergunakan, menyusun rangkaian seri/paralel resistor dan lain sebagainya.
Dalam mempelajari ilmu kelistrikan dan Elektronika, salah satu pengetahuan dasar yang penting untuk dikuasai adalah mengetahui besaran-besaran maupun satuan-satuan unit yang terdapat dalam ilmu listrik dan Elektronika ini. Pengetahuan tentang Besaran maupun Satuan Listrik dan Elektronika ini dapat membantu kita dalam merancang, merakit serta menganalisa sebuah rangkaian Listrik/Elektronika. Tanpa pengetahuan dasar ini, kita tidak akan dapat mengetahui secara pasti nilai-nilai komponen listrik/elektronika, nilai-nilai hasil pengukuran tegangan dan arus listrik serta tidak dapat melakukan perhitungan dalam rangkaian seperti menghitung jumlah daya listrik yang dipergunakan, menyusun rangkaian seri/paralel resistor dan lain sebagainya.
Besaran adalah segala sesuatu yang
dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan Angka atau nilai dan setiap
Besaran pasti memiliki satuan. Contoh-contoh besaran dalam Ilmu kelistrikan dan
Elektronika seperti Tegangan, Arus listrik, Hambatan, Frekuensi dan Daya Listrik.
Sedangkan yang dimaksud dengan
satuan adalah acuan yang digunakan untuk memastikan kebenaran pengukuran
atau sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Satuan ini dalam bahasa
Inggris sering disebut dengan Unit. Contoh-contoh satuan dalam ilmu kelistrikan
dan Elektronika seperti Ampere, Volt, Ohm, Joule, Watt, Farad dan Henry.
Standar
Besaran dan Satuan Listrik / Elektronika
Berikut ini adalah Besaran-besaran
Listrik dan Elektronika serta Satuan-satuan Listrik dan Elektronika yang sering
digunakan dalam ilmu kelistrikan dan Elektronika. Standar yang digunakan pada
umumnya adalah SI yaitu Standard Internasional.
Besaran
|
Satuan
|
Simbol
|
Tegangan
|
Volt
|
V
|
Arus Listrik
|
Ampere
|
A
|
Hambatan/Resistansi
|
Ohm
|
Ω
|
Konduktansi
|
Siemens
|
G
|
Kapasitansi
|
Farad
|
F
|
Muatan Listrik
|
Coulomb
|
C
|
Induktansi
|
Henry
|
H
|
Daya Listrik
|
Watt
|
W
|
Impedansi
|
Ohm
|
Ω
|
Frekuensi
|
Hertz
|
Hz
|
Energi
|
Joule
|
J
|
Prefix/Awalan
Satuan SI
Yang dimaksud dengan Prefix Satuan
SI adalah awalan yang digunakan dalam satuan SI untuk membentuk sebuah satuan
yang menandakan kelipatan dari satuan tersebut. Dibawah ini adalah Prefix
satuan SI yang pada umumnya digunakan dalam ilmu kelistrikan dan Elektronika.
Prefix
|
Simbol
|
Desimal
|
10n
|
Terra
|
T
|
1.000.000.000.000
|
1012
|
Giga
|
G
|
1.000.000.000
|
109
|
Mega
|
M
|
1.000.000
|
106
|
kilo
|
k
|
1.000
|
103
|
(Tidak ada)
|
(Tidak ada)
|
1
|
100
|
centi
|
c
|
1/100
|
10-2
|
mili
|
M
|
1/1.000
|
10-3
|
micro
|
µ
|
1/1.000.000
|
10-6
|
nano
|
N
|
1/1.000.000.000
|
10-9
|
pico
|
p
|
1.000.000.000.000
|
10-12
|
Contoh-contoh
Penulisan Satuan SI
Contoh-contoh penulisan
satuan-satuan tersebut diantaranya seperti berikut ini :
- 1kV = 1 kilo Volt = 1.000 Volt
- 1mA = 1 mili Ampere = 1/1000 Ampere atau 0,001 Ampere
- 1MΩ = 1 Mega Ohm = 1.000.000 Ohm
- 1µF = 1 micro Farad = 1/1.000.000 Farad
Sumber Referensi : https://teknikelektronika.com/besaran-satuan-listrik-elektronika/
Dalam fisika dimensi adalah ekspresi
huruf dari kuantitas yang diturunkan dari besaran pokok, tanpa mempertimbangkan nilai
numerik. Dalam setiap sistem pengukuran, seperti sistem metrik, besaran
tertentu dianggap sebagai besaran pokok, dan semua yang lainnya akan dianggap
berasal dari mereka yang kemudian disebut sebagai besaran turunan. Sistem
dimana panjang (L), waktu (T), dan massa (M) tersebut dijadikan sebagai besaran
pokok.
Pada gaya, asal dimensi penyusun
besaran pokok ditentukan oleh hukum kedua Newton tentang gerak yaitu ML/T2.
Tekanan (gaya per satuan luas) maka memiliki dimensi M/LT2, usaha
atau energi (gaya kali jarak) memiliki dimensi ML2 /T2;
dan daya (energi per satuan waktu) memiliki dimensi ML2/ T3
jumlah mendasar lainnya juga didefinisikan, seperti muatan listrik dan
intensitas cahaya.
Ekspresi dari setiap besaran
tertentu dalam besaran pokok dikenal sebagai analisis dimensi dan sering
memberikan wawasan fisik ke dalam hasil penghitungan matematika.
Pengertian Dimensi dalam Fisika
Besaran pokok dalam Fisika adalah
adalah massa, panjang, waktu, arus listrik, suhu, intensitas cahaya dan jumlah
zat. Besaran yang terkait lainnya seperti energi, percepatan dan sebagainya
dapat diturunkan dari kombinasi besaran pokok dan karena itu dikenal sebagai
besaran turunan. Cara di mana besaran yang berasal berkaitan dengan besaran
dapat ditunjukkan oleh dimensi besaran. Dalam penggunaan dimensi kita akan
membatasi diri dengan digunakan dalam mekanika dan sifat materi saja.
- Dimensi massa ditulis sebagai [M]
- Dimensi panjang ditulis sebagai [L]
- Dimensi waktu ditulis sebagai [T]
Perhatikan tanda kurung pada huruf
untuk menunjukkan bahwa kita berhadapan dengan dimensi besaran. Dimensi dari
setiap besaran lainnya akan melibatkan satu atau lebih dari dimensi-dimensi
pokok. Misalnya, pengukuran volume sebuah benda akan melibatkan hasil kali dari
tiga besaran panjang dan karena itu dimensi volume [L]3. Dengan cara
yang sama pengukuran kecepatan memerlukan panjang dibagi dengan waktu, sehingga
dimensi kecepatan adalah [L] [T]-1. Tabel di bawah menunjukkan dimensi yang
umum dalam mekanika.
Besaran
|
Dimensi
|
Luas
|
[L]2
|
volume
|
[L]3
|
Kecepatan
|
[L][T]-1
|
Percepatan
|
[L][T]-2
|
Gaya
|
[M][L][T]-2
|
Energi
|
[M][L]2[T]-2
|
Daya
|
[M][L]2[T]-3
|
Tekanan
|
[M][L]-1[T]-2
|
Momentum
|
[M][L][T]-1
|
Dimensi memiliki dua kegunaan
penting dalam Fisika untuk memeriksa persamaan dan untuk mendapatkan persamaan.
Penggunaan
dimensi untuk memeriksa persamaan
Dimensi dari jumlah masing-masing
sisi persamaan harus sama: mereka yang berada di sisi kiri harus sama denga
mereka yang berada di sebelah kanan. Sebagai contoh, perhatikan persamaan: s =
vt + ½ at2
Menulis ini dalam bentuk dimensi
maka kita akan peroleh:
[L] = [L] [T]– 1 [T] +
[L] [T]-2 [T]2 oleh karena itu [L] = [L] + [L]
Ini membuktikan kebenaran persamaan,
karena panjang di sisi kiri dari persamaan diperoleh dengan menambahkan bersama
dua panjang di sisi kanan.
Penggunaan
dimensi untuk mendapatkan persamaan
Jika kita memiliki beberapa gagasan
di mana suatu besaran besaran saling terkait, maka kita dapat menggunakan
metode analisis dimensional untuk mendapatkan persamaan yang berkaitan dengan
variabel yang bersesuaian.
Sumber Referensi : https://usaha321.net/pengertian-dimensi-dalam-fisika.html
rapihkan lagi tulisannya ya
BalasHapusIya ibu 😅
Hapus